Jumat, 30 Desember 2016

TAHUN BARU?? APANYA YG BARU…?


TAHUN BARU?? APANYA YG BARU…?

Ustadz DR. Syafiq Basalamah, MA, حفظه الله تعالى

Akhi, Ukhti…
TAHUN BARU

Ada apa sebenarnya dengan tahun baru ?
Untuk siapakah tahun baru?
Emangnya apany yang baru?
Sering kali terjadi pembodohan publik. Sesuatu yang buruk akan dianggap baik dengan propaganda yang tiada henti (PENCITRAAN).
Sehingga terbentuklah opini publik bahwa itu adalah hal yang baik
Begitu pula dengan tahun baru

COBA KAU GUNAKAN AKAL SEHATMU
Ingatlah bahwa tidak ada yang baru…
Tempat kerjaMU  tetap yang lama…
Tempat sekolahMU juga sama…
Istri atau suami kita juga tidak baru…
Anak2MU juga masih yang lama…
RumahMU juga tetap yang dahulu…
Teman-teman dan sohib juga sama…
GajiMU juga tetap…

TERUS APANYA YANG BARU?
Sebagian umat islam turut dalam perayaan tahun baru dengan berbagai cara.. Ada yang tenggelam dalam acara-acara tidak berguna
Ada yang menggunakannya untuk bermuhasabah
Ada yang berkumpul berdoa dan berdzikir
Ketahuilah… pada malam tahun baru itu tidak ada peristiwa apapun, sehingga kau harus bersikap atau bertindak
Tidak ada yang istimewa, tidak padamu, tidak pada negaramu, tidak pada keluargamu

TIDAK ADA APA-APA PADA MALAM TAHUN BARU
LAA SYAI-I…
Kita saja yang tertipU OLEH MEDIA
Laluilah malam tahun baru seperti seorang petani muslim di lereng gunung merapi
Setelah shalat isya’ ia bersiap-siap untuk tidur
Ia berwudu’ seperti hendak shalat
Lalu ia membaca doa dan wirid sebelum tidur
Lalu ia bangun sebelum subuh untuk mengambil bagian rizkinya dari shalat malam
Dan Ketika adzan subuh dikumandangkan ia berangkat ke rumah Allah
Dan kemudian ia memulai aktivitasnya dengan biasa…
KARENA PADA MALAM TAHUN BARU MEMANG TIDAK ADA PERISTIWA APA-APA.

Orang yang cerdas adalah orang yang berusaha untuk berada di depan dan tidak mau menjadi ekor, dia menjadi dirinya sendiri.
Maka kau jangan menjadi ekor…karena tugas ekor itu menutupi aib dan kotoran serta mengusir serangga.
Sudah saatnya yg mngaku ISLAM untk kembali kepada ISLAM.

PERAYAAN TAHUN BARU TRADISI ORANG KAFIR, JAUHILAH...!


PERAYAAN TAHUN BARU TRADISI ORANG KAFIR, JAUHILAH...!
Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ، وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوْا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوْهُ. قُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ الْيَهُوْدُ وَالنَّصَارَى! قَالَ: فَمَنْ

“Sungguh kalian benar-benar akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, hingga andaikata mereka masuk ke lubang dhab, niscaya kalian akan mengikutinya. Kami berkata: Wahai Rasulullah, apakah mereka adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani? Beliau menjawab: (Ya), siapa lagi (kalau bukan mereka)...!?”
[HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu'anhu]

JANGAN LATAH TERHADAP ORANG KAFIR...!
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia bagian dari mereka.”
[HR. Ahmad dan Abu Daud dari Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma, Shahihul Jaami’: 6149]

Al-Imam Al-‘Allaamah Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata,

يحرم على المسلمين التشبه بالكفار بإقامة الحفلات بهذه المناسبة، أو تبادل الهدايا أو توزيع الحلوى، أو أطباق الطعام، أو تعطيل الأعمال ونحو ذلك، لقول النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: من تشبه بقوم فهو منهم

“Diharamkan bagi seorang muslim menyerupai orang-orang kafir terkait momen ini (Natal dan Tahun Baru) dengan merayakan, saling memberi hadiah, membagi-bagikan permen atau paket makanan, atau meliburkan pekerjaan (demi perayaan ini) dan yang semisalnya.
Berdasarkan sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia bagian dari mereka.” (HR. Abu Daud dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, Shahih Al-Jaami’: 6149)
[Majmu’ Al-Fatawa war Rosaail, 3/46]

Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/723843184431833:0

MENYADARI KERUSAKAN DARI PERAYAAN MALAM TAHUN BARU


MENYADARI KERUSAKAN DARI PERAYAAN MALAM TAHUN BARU

(Pelajaran Bagi Mereka yang Berpikir)
Berbicara mengenai tahun baru, tentunya tak lepas dengan meriahnya malam tahun baru. Sebuah perayaan yang telah mendarah daging sehingga menjadi kebiasaan dari tahun ke tahun. Akhirnya,  banyak kaum muslimin yang ikut-ikutan dalam meramaikan acara ini. Padahal,  agama kita telah sempurna. 
Allah Ta'ala berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagi kalian.
(Al Maidah :3)

Sebagai seorang muslim,  ia meyakini bahwa agamanya telah sempurna,  sehingga tidak perlu untuk mengikuti orang-orang kafir dalam merayakan tahun baru. Sebagian orang akan berdalih demi "melegalkan" perayaan tahun baru dengan mengatakan bahwa hal ini tidak ada kaitannya dengan agama atau dianggap sebagai bentuk kebebasan berekspresi. Namun,  jika kita cermati lebih jauh,  opini ini adalah suatu upaya melegalkan maksiat lalu dibenturkan dengan nilai-nilai syariat yang mulia. Mengapa demikian? *Karena Islam tidak mengenal perayaan tahun baru Hijriah,  apalagi dengan tahun baru Masehi -dan memang Islam tidak mengenal tahun Masehi-*. Parahnya lagi,  betapa banyak kerusakan dan pelanggaran yang terjadi pada malam tahun baru. Sementara kita dilarang dari segala bentuk kerusakan. 
Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا

Dan janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya.
(Al A'raf :56)

Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang kaum Tsamud:

فَاذْكُرُوا آلَاءَ اللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kalian merajalela di muka bumi membuat kerusakan.
(Al A'raf :74)

Saudaraku,  bukankah kenyataan telah menunjukkan bahwa banyak terjadi kerusakan di malam tahun baru? Bukankah fakta yang terjadi telah menunjukkan bahwa banyak maksiat di malam tahun baru?
Di antara kerusakan tersebut adalah:

1. Membuka Pintu Kejelekan
Tidak dipungkiri lagi,  betapa banyaknya pintu-pintu kejelekan pada perayaan malam tahun baru. Sebuah kebinasaan yang akan dituai bagi mereka yang membuka pintu kejelekan.
Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ مِنْ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلْخَيْرِ مَغَالِيقَ لِلشَّرِّ ، وَإِنَّ مِنْ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلشَّرِّ مَغَالِيقَ لِلْخَيْرِ ، فَطُوبَى لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الْخَيْرِ عَلَى يَدَيْهِ ، وَوَيْلٌ لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الشَّرِّ عَلَى يَدَيْهِ

“Sesungguhnya diantara manusia ada yang menjadi kunci kebaikan dan penutup pintu kejelekan, Namun ada juga yang menjadi kunci kejelekan dan penutup pintu kebaikan. Maka beruntunglah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kebaikan melalui kedua tangannya. Dan celakalah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kejelekan melalui kedua tangannya”. (HR Ibnu Majah)

2.Tasyabbuh (Meniru-niru) Orang Kafir
Perlu diketahui bahwa di dalam Islam tidak dikenal adanya perayaan tahun baru Hijriah,  apalagi tahun baru Masehi. Ditambah lagi,  dengan perayaan dan memeriahkan malam tahun baru, adalah bentuk ikut-ikutan dengan orang-orang kafir.
Dari sahabat Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

"Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka” (Riwayat Abu Dawud)

3. Membuat Perayaan Bid'ah
Sesungguhnya hari raya dalam setahun yang dikenal oleh Islam hanyalah dua,  hari raya Idul Fithri dan Idul Adha.
Di dalam hadits disebutkan:

قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْمَدِينَةَ وَلأَهْلِ الْمَدِينَةِ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَقَالَ: قَدِمْتُ عَلَيْكُمْ وَلَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ يَوْمَيْنِ خَيْراً مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ النَّحْرِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, dan penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata, “Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya Idul Fithri dan Idul Adha (hari Nahr)”. (Riwayat Ahmad dan An Nasai)

Di sisi lain,  sebagian kaum muslimin mengisi malam tahun baru dengan ibadah-ibadah yang dikhususkan pada malam itu,  seperti do'a dan dzikir bersama serta ibadah-ibadah khusus lainnya. Yang ternyata,  disadari atau tidak,  mengkhususkan ibadah tertentu pada malam itu adalah bid'ah yang tidak ada contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
Dalam hadits disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

4. Mengganggu Orang Lain
Tidak tersembunyi bagi kita,  gangguan yang dilakukan orang-orang yang merayakan malam tahun baru. Mulai dari suara petasan, suara terompet, hingga suara musik yang justru memperparah gangguan terhadap orang yang tidak bersalah. 
Allah Ta'ala berfirman:

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا

Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.
(Al Ahzab :58)

5. Menghambur-hamburkan Harta
Kerusakan lainnya yang ditimbulkan dari perayaan malam tahun baru adalah menghambur-hamburkan harta. Seakan-akan lupa bahwa harta adalah nikmat yang akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Betapa banyak harta yang dibelanjakan hanya sekedar untuk berfoya-foya atau dengan membeli petasan yang justru akan mengganggu orang lain. Betapa banyak uang yang dihambur-hamburkan untuk menambah dosa dan menjadi saudara syaitan dengan sikap pemborosan.
Allah Azza wa Jalla berfirman:

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabb-nya.
(Al-Isra :27)

6. Pesta Maksiat
Di antara kerusakan lainnya adalah maraknya pesta maksiat, seperti pesta minuman keras. Sementara minum khamar (minuman keras) adalah dosa besar. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat keberuntungan.
(Al-Maidah:90)

Demikian pula berkumpulnya muda mudi yang mana hal ini tidak lepas dari zina, mulai dari zina memandang,  zina menyentuh bahkan zina kemaluan.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

 كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

“Setiap anak Adam telah ditetapkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian."
(Riwayat Muslim)

Demikianlah sebagian dari kerusakan yang ditimbulkan dari perayaan malam tahun baru. Semoga menjadi pelajaran bagi kita yang mau berpikir.
Semoga bermanfaat.
Wallahu a'lam.
Ustadz Irfandi, Lc.
Gowa, 29 Rabiul Awwal 1438 H/ 29 Desember 2016 M

Sumber : *WhatsApp Group As-Sunnah Makassar*

Kamis, 29 Desember 2016

Edisi Biografi singkat sahabat : Ibnu Zubair


Edisi Biografi singkat sahabat : Ibnu Zubair

Seorang pemimpin masa Khalifah Ali bin Abi Talib dan awal khilafah Bani Umayyah. Dia adalah bayi pertama yang lahir dikalangan Muhajirin di Madinah. Ayahnya bernama Zubair Awwam dan ibunya, Asma binti Abu Bakar as-Siddiq.
Ia sepupu dan juga kemenakan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dari istrinya, Aisyah binti Abu Bakar. Ia termasuk salah seorang dari “Empat ‘Ibadillah” (empat orang yang bernama Abdullah) dari 30 orang lebih sahabat Nabi yang dikenal menghafal seluruh ayat-ayat Al-Qur’an, Tiga orang ‘Ibadillah lainnya adalah Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar bin Khatab, dan
Abdullah bin Amr bin Ash
.

Ibnu Zubair telah mengenal perang sejak berusia 12 tahun, yaitu ketika bersama ayahnya turut dalam Perang Yarmuk, dan empat tahun kemudian kembali menyertai ayahnya yang menjadi anggota pasukan Amr bin Ash di Mesir. Ibnu Zubair juga mengambil bagian dalam ekspedisi Abdullah bin Sa’ad bin Abi Sarh melawan orang-orang Byzantium di Afrika. Semua peristiwa tersebut mengundang kekaguman penduduk Madinah kepadanya.

Di masa Khalifah Usman bin Affan, ia duduk sebagai anggota panitia yang bertugas menyusun Al-Qur’an. Di masa Khalifah Ali bin Abi Talib, ia ....................................................................................................................... Disebut Perang Unta karena Aisyah mengendarai unta saat memimpin pasukan itu.

Ibnu Zubair kembali melawan Dinasti Bani Umayyah. Meskipun di masa Mu’awiyah bin Abi Sufyan bentuk perlawanannya belum bersifat terbuka, ia tampil menantang khilafah (pemerintahan) Bani Umayyah secara terang-terangan. Ia memprotes Yazid, putra Mu’awiyah, yang naik menjadi khalifah atas penunjukan ayahnya setelah ayahnya wafat. Yazid memerintahkan walinya di Madinah untuk memaksa Ibnu Zubair bersama Husein bin Ali (cucu Nabi) dan Abdullah bin Umar agar menyatakan kesetiaan kepadanya. Ibnu Zubair dan Husein tetap membangkang. Demi keamanan, keduanya pindah ke Mekah. Ia tetap sebagai penantang khalifah sekalipun Husein, tak lama sesudah itu, tewas dengan menyedihkan dalam pertempuran tak seimbang di Karbala.

Pernyataan secara terbuka, bahwa kekuasaan Yazid tidak sah membawa pengaruh luas dikalangan ansar di Madinah yang akhirnya melahirkan pemberontakan. Setelah menunggu kesempatan yang baik, Yazid mengerahkan tentara Suriah di bawah pimpinan Muslim bin Uqbah dan memadamkan pemberontakan orang-orang Madinah tersebut dalam Perang Harran. Kematian Muslim bin Uqbah tak menghalangi tentara tersebut untuk bergerak menuju Mekah dengan sasaran mematahkan perlawanan Ibnu Zubair. Tentara tersebut mengepung dan menghujani kota Mekah dengan batu dan panah api yang menyebabkan Ka’bah terbakar. Berita meninggalnya Khalifah Yazid menyebabkan komandan pasukan, Husain bin Numair, mencoba membujuk Ibnu Zubair agar bersedia bergabung dengan mereka untuk kembali ke Suriah. Ibnu Zubair menolak bujukan tersebut dengan mengatakan bahwa ia akan tetap di Mekah. Selanjutnya, ia memproklamasikan dirinya sebagai amirul mukminin. Sekalipun proklamasi itu tidak lebih dari sekedar nama, namun lawan-lawan dinasti Bani Umayyah di Suriah, Mesir, Arab Selatan, dan Kufah sempat menghargainya sebagai khalifah.

Setelah Mu’awiyah putra dan pengganti Yazid meninggal dunia, Ibnu Zubair muncul sebagai kandidat khalifah atas dukungan Bani Qais. Selain itu ada kandidat lainnya yaitu, Marwan bin Haqam (dukungan Bani Qalb) dan dua kabilah Arab berdomisili di Suriah, juga saling bersaing mengajukan calon masing-masing. Akan tetapi, Ibnu Zubair terpojok tatkala peta kekuatan politik mengalami perubahan, akibat pemberontakan di Kufa dan pembelontan di antara pengikutnya, setelah Yazid wafat. Pengepungan membawa kematiannya terjadi ketika Hajjaj bin Yusuf as-Saqafi ditugaskan oleh khalifah Abdul Malik bin Marwan, putra Marwan bin Hakam, untuk menyelesaikan perlawanan “Sang Penantang Enam Khalifah” – dari Ali, Mu’awiyah, Yazid, Mu’awiyah, Marwan bin Hakam, sampai Abdul Malik.

Tidak kurang dari tujuh bulan diperlukan untuk menghujani kota suci Mekah dan Ka’bah dengan bombardir pasukan al-Hajjaj untuk melumpuhkan perlawanan Ibnu Zubair. Ia masih bertahan tatkala putra-putranya menyerahkan diri kepada al-Hajjaj. Keperkasaannya bangkit kembali setelah berjumpa sebentar dengan ibunya yang sudah buta, yang mendorongnya dengan memberikan semangat juang. Padahal sebelumnya, ia sempat menyatakan kepada ibunya rasa khawatir, bahwa mayatnya akan diperlakukan secara sadis oleh para pembunuhnya kelak.

Ibunya mengatakan bahwa kambing yang sudah disembelih tak sedikit pun akan merasakan sayatan-sayatan pada dagingnya. Jawaban ini mendorongnya keluar dari rumah tempat ia bertahan , maju ke tengah-tengah lawannya yang kemudian menyergap dan menghabisinya. Mayatnya ditempatkan pada tiang gantung yang sama di mana saudaranya, Amr, pernah mengalami hal serupa. Atas perintah Abdul Malik, mayatnya kemudian diserahkan kepada ibunya. Tak lama berselang, setelah menguburkan mayat putranya itu, ia pun wafat pada tahun 94 H.
Sumber : 76 Biografi Perawi Hadits
(perselisihan di antara sahabat kami edit)
_______________________________
#WAG AS SUNNAH MAKASSAR

Rabu, 28 Desember 2016

Doa & Dzikir 24 Sampai 26


Doa dan Dzikir [24]

Dzikir Pagi dan Sore

Dari Abdullah bin Mas’ûd radhiyallâhu ‘anhu, Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam membaca di waktu sore,

أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

“Kami masuk di waktu sore, sedang segala kekuasaan hanya menjadi milik Allah, segala puji milik Allah. Tiada sesembahan yang haq kecuali Allah semata, tiada serikat bagi-Nya. Milik-Nya segala kekuasaan dan segala pujian, dan Dia-lah Yang Maha Mampu atas segala sesuatu. Rabbku, aku memohon kepada-Mu kebaikan yang ada pada malam ini dan kebaikan yang ada pada sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang pada pada malam ini dan kejelekan sesudahnya. Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari sifat malas dan buruknya umur tua. Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari adzab di Neraka dan dari adzab di dalam kubur.”

Di waktu pagi, beliau membaca,

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، ... رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، ...

“Kami masuk di waktu pagi, sedang segala kekuasaan hanya menjadi milik Allah… Rabbku, aku memohon kepada-Mu kebaikan yang ada pada hari ini dan kebaikan yang ada pada sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang pada pada hari ini dan kejelekan sesudahnya. …." [Diriwayatkan Muslim]
_________________________________

Doa dan Dzikir [25]

Doa Pagi dan Petang, serta Sebelum Tidur

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, Abu Bakr berkata, "Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku suatu yang dibaca bila saya memasuki waktu pagi dan waktu sore, serta bila saya akan tidur." Beliau bersabda, "Ucapkanlah,

اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي، وَشَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ

‘Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang mengusainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan diriku, dan dari kejelekan syaitan dan perbuatan kesyirikannya.'."

[Diriwayatkan Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzy, dan selainnya. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albany dalam Ash-Shahîhah no. 2753 dan Syaikh Muqbil dalam Al-Jâmi' Ash-Shahîh 2/532-533]


Dari ‘Utsmân bin  Affân radhiyallâhu ‘anhu, Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang hamba berucap pada pagi setiap hari dan sore setiap malam,

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ، وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

‘Dengan nama Allah yang tiada sesuatu apapun yang di bumi maupun ada di langit yang dapat memberi bahaya bersama nama-Nya itu, sedang Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui', sebanyak tiga kali, pasti tidak akan ada suatu apapun yang membahayakannya." [Dikeluarkan Al-Bukhary dalam Al-Adab Al-Mufrad, Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzy, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban. Dikuatkan oleh Syaikh Al-Albany dalam Shahih Al-Adab Al-Mufrad dan Syaikh Muqbil dalam Al-Jâmi' Ash-Shahîh.]
_________________________________

Doa dan Dzikir [26]

Dzikir Pagi dan Sore

Dari Anas bin Malik radhiyallâhu ‘anhu, Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Fatimah radhiyallahu ‘anhâ, “Apa yang menahanmu untuk mendengarkan wasiatku kepadamu, (yaitu) engkau membaca saat memasuki waktu pagi dan waktu sore,

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ

‘Wahai Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu saya mohon pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan janganlah engkau wakilkan aku pada diriku sendiri walau sekejap mata.'." [Diriwayatkan oleh An-Nasâ`iy dalam Al-Kubrâ dan Al-Hakim. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albany dalam Ash-Shahîhah no. 227]

Dzulqarnain M Sunusi
_________________________________

Sahabat An-nashihah 88,2 FM |

0822 11111 882 | an-nashihah.com

Doa & Dzikir 21 Sampai 22



Doa dan Dzikir [21]

Doa Ketika Setelah Makan

Dari Mu'adz bin Anas radhiyallâhu ‘anhu, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Siapa yang memakan suatu makanan, lalu berkata,

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا الطَّعَامَ، وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ

‘Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makan dengan makanan ini dan yang telah merizekikannya untukku tanpa daya dan kekuatan dariku’, pasti akan diampuni dosanya yang telah berlalu.” [Diriwayatkan Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzy, Ibnu Majah, dan selainnya dengan sanad yang hasan. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albany dalam Al-Irwâ` no. 1989]
________________________________

Doa dan Dzikir [22]


Bacaan Sebelum Masuk WC

بِسْمِ اللهِ.

“Dengan menyebut semua nama Allah.”

Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tirai antara pandangan jin dengan aurat manusia di saat seseorang masuk ke dalam WC adalah dengan dia mengatakan ‘Bismillah’.” [Dirwayatkan oleh At-Tirmidzy, Ibnu Majah  dan lainnya. Lihat Irwâ` Al-Ghalîl 1/89-90]

Dzulqarnain M Sunusi
_________________________________

Sahabat An-nashihah 88,2 FM |

0822 11111 882 | an-nashihah.com

Selasa, 27 Desember 2016

Doa & Dzikir 14 Sampai 20


Doa dan Dzikir [14]

Dzikir saat Bangun dari Tidur

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami (dengan bangun tidur) setelah memati kami (dengan tidur) dan hanya kepadanyalah kami akan dibangkitkan.”

[Diriwayatkan oleh Al-Bukhary dari Hudzaifah Ibnul Yaman dan Abu Dzarr Al-Ghifary radhiyallahu ‘anhum, dan Muslim dari Al-Barâ` bin ‘Âzib radhiyallahu ‘anhumâ]
_________________________________

Doa dan Dzikir [15]

Doa Agung di Akhir Setiap Shalat

Dari Mu’adz bin Jabal radhiyalllahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan kepadanya, “Wahai Mu’adz, demi Allah sungguh aku mencintaimu, demi Allah sungguh aku mencintaimu. Janganlah sekali-kali engkau meninggalkan untuk mengucapkan di belakang setiap shalat,

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِك
 
‘Ya Allah, bantulah aku dalam berdzikir kepada-Mu, bersyukur dan keindahan ibadah kepada-Mu.’.”

[Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud (lafazh hadits milik beliau), An-Nasâ`iy dalam Al-Kubra, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albany dan Syaikh Muqbil]
_________________________________

Doa dan Dzikir [16]

Doa agar Lepas dari Utang

Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallâhu ‘anhu, beliau berkata kepada seorang lelaki, “Aku akan mengajarimu beberapa kalimat yang diajarkan oleh Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam kepadaku. Andaikata engkau memiliki hutang sebesar gunung Shîr, Allah akan melunusinya untukmu. Ucapkanlah,

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
 
“Ya Allah, cukupilah aku dengan (rezeki) yang halal, (sehingga aku tidak memerlukan) yang haram, dan perkayalah aku dengan karunia-Mu, (sehingga aku tidak memerlukan) siapa pun, selain diri-Mu.”

[Diriwayatkan oleh Ahmad, At-Tirmidzy, dan Al-Hakim. Dihasankan oleh Al-Albany dalam Ash-Shahîhah no. 266]
_________________________________

Doa dan Dzikir [17]

Berlindung dari Hal-hal yang Mungkar

Dari Quthbah bin Malik radhiyallâhu ‘anhu, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam selalu membaca doa,

اللَّهُمَّ جَنِّبْنِي مُنْكَرَاتِ الْأَخْلَاقِ، وَالْأَهْوَاءِ، وَالْأَعْمَالِ وَالْأَدْوَاءِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hal-hal mungkar yang berupa akhlak-akhlak (jelek), hawa-hawa nafsu, amalan-amalan (jelek), dan penyakit-penyakit." [Dikeluarkan oleh At-Tirmidzy, Ibnu Hibban, Al-Hakim, dan selainnya. Dishahihkan oleh Al-Albany dan Al-Wâdi'iy]
_________________________________
 
Doa dan Dzikir [18]

Doa Agar Terlindung dari Kesesatan

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallâhu ‘anhumâ, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam pernah berdoa,

اللهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِعِزَّتِكَ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَنْ تُضِلَّنِي، أَنْتَ الْحَيُّ الَّذِي لَا يَمُوتُ، وَالْجِنُّ وَالْإِنْسُ يَمُوتُونَ

"Ya Allah, kepada-Mulah saya berserah diri, karena-Mu saya beriman, terhadap-Mu saya bertawakkal, kepada-Mu saya berkembali (bertaubat), karena-Mu saya berdebat. Ya Allah, Aku berlindung dengan keperkasaan-Mu agar Engkau (tidak) menyesatkanku, tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Engkau, Engkau adalah Yang Maha Hidup yang tidak akan mati, sedangkan jin dan manusia akan meninggal." [Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry dan Muslim. Lafazh hadits milik Imam Muslim]
_________________________________

Doa dan Dzikir [19]

Dzikir Bangun Tidur

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي فِي جَسَدِي، وَرَدَّ عَلَيَّ رُوحِي وَأَذِنَ لِي بِذِكْرِهِ

“Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada jasadku dan mengembalikan ruhku kepadaku serta mengizinkanku untuk mengingat-Nya.”

[Diriwayatkan oleh At-Tirmidzy dan An-Nasa`iy dalam Al-Kubrâ dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Sanadnya dianggap Jayyid oleh Syaikh Albany dalam Takhrij Al-Kalim Al-Thayyib]
_________________________________

Doa dan Dzikir [20]

Doa Setelah Mengenakan Pakaian

Dari Mu'adz bin Anas radhiyallâhu ‘anhu, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Siapa yang memakai suatu pakaian, lalu berkata,

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي هَذَا الثَّوْبَ وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي
 
‘Segala puji bagi Allah yang memakaikan untukku pakaian ini dan yang telah merizekikannya untukku tanpa daya dan kekuatan dariku’, *pasti akan diampuni dosanya yang telah berlalu."* [Diriwayatkan Abu Dawud, Ad-Dârimy, Abu Ya'lâ, Al-Hakim dan selainnya dengan sanad yang hasan.]

Dzulqarnain M Sunusi
_________________________________

Sahabat An-nashihah 88,2 FM |

0822 11111 882 | an-nashihah.com

Doa & Dzikir 11 Sampai 12


Doa dan Dzikir [11]

Bacaan Ketika Mendengar Gemuruh Awan

Dari Abdullah bin Zubair radhiyallâhu ‘anhumâ, apabila mendengar gemuruh awan, beliau menghentikan pembicaraan dan berdoa

سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ، وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

“Maha Suci (Allah) yang guruh itu bertasbih dengan memuji-Nya, dan para malaikat karena takut kepada-Nya.”

[Diriwayatkan oleh Malik, Al-Bukhary dalam Al-Adab Al-Mufrad dan selainnya. Dishahihkan oleh Al-Albany]

Dzulqarnain M Sunusi
_______________________________________

Doa dan Dzikir [12]

Doa Ketika Melihat Suatu Cobaan

Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam mengajarkan,

مَنْ رَأَى مُبْتَلًى فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِيْ عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلاً لَمْ يُصِبْهُ ذَلِكَ الْبَلاَءُ

“Barangsiapa yang menyaksikan orang yang tertimpa ujian, hendaknya dia membaca, _"Alhamdulillâhil ladzî ‘âfânî mimmâb talâka bihi wa fadhdhalanî ‘alâ katsîrin mimman khalaqa tafdhîlan"_ segala puji bagi Allah yang memberi afiat kepadaku terhadap sesuatu yang menimpamu, dan (Allah) telah menberi keutamaan kepadaku di atas banyak makhluk-Nya’.’ Pasti ujian itu tidak akan menimpanya.”

[Diriwayatkan oleh At-Tirmidzy dan selainnya. Dihasankan oleh Al-Albâny dalam Ash-Shahîhah no. 602]

Dzulqarnain M Sunusi

Doa & Dzikir 5 sampai 10


Doa dan Dzikir [5]

Doa Nabi untuk Musafir

أَسْتَوْدِعُ اللهَ دِينَكَ، وَأَمَانَتَكَ، وَخَوَاتِمَ عَمَلِكَ

“Aku titipkan kepada Allah agamamu, amanahmu, dan penutup amalmu.”

[Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dan selainnya dari beberapa orang shahabat. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albany dan Syaikh Muqbil.]

Dzulqarnain M Sunusi
_________________________________

Doa dan Dzikir [6]

Doa Agar Mendapat Kepahaman

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan Ibnu ‘Abbas,

اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Ya Allah, berilah kefaqihan untuknya terhadap agama.”

[Diriwayatkan oleh Al-Bukhary dan Muslim]

Dzulqarnain M Sunusi
_________________________________

Doa dan Dzikir [7]

Doa Ketika Singgah di Suatu Tempat

Dari Khaulah bintu Hakîm radhiyallâhu ‘anhâ, beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang singgah di suatu tempat, lalu berdoa,

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

‘aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan segala makhluk-Nya’,
tiada sesuatupun yang akan membahayakan dirinya sampai dia meninggalkan tempat tersebut.’.”

[Diriwayatkan oleh Muslim]

Dzulqarnain M Sunusi
_________________________________

Doa dan Dzikir [8]

Doa Untuk Seorang Yang Menikah

Dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu, beliau berkata, “Adalah Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bila memberi ucapan kegembiraan terhadap seorang yang menikah, beliau mendoakan,

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ، وَبَارَكَ عَلَيْكَ، وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ
 
‘Semoga Allah melimpahkan keberkahan kepadamu dan melimpahkan keberkahan terhadapmu, serta mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.’.” [Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzy, An-Nasâ`iy, dan Ibnu Mâjah]

Dzulqarnain M Sunusi
_________________________________

Doa dan Dzikir [9]

Doa Setelah Mendengan Adzan

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallâhu ‘anhumâ, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang berdoa ketika mendengan adzan,

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاَةِ القَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الوَسِيلَةَ وَالفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ
 
‘Ya Allah! Wahai Rabb seruan yang sempurna ini dan shalat yang akan ditegakkan ini, berikanlah kepada Muhammad al-wasilah dan keutamaan, dan bangkitkanlah beliau pada tempat yang dipuji (maqam mahmud) yang telah Engkau janjikan kepadanya’, niscaya ia pasti akan beroleh syafaatku pada hari kiamat.”

[Diriwayatkan oleh Al-Bukhary]

Dzulqarnain M Sunusi
_________________________________

Doa dan Dzikir [10]

Berlindung dari Empat Perkara

اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu’, jiwa yang tidak pernah puas, dan dari doa yang tidak dikabulkan.”

[Diriwayatkan oleh Muslim dari Zaid bin Arqam radhiyallâhu ‘anhu dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam]

Dzulqarnain M Sunusi
_________________________________

Sahabat An-nashihah 88,2 FM |

0822 11111 882 | an-nashihah.com

Saluran 1 Radio An-Nashihah

Saluran 2 Radio An-Nashihah

Terbaru

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Berlangganan

Sign Up in Seconds

Dapatkan Artikel Terbaru Kami Melalui Email.

Powered By : Al-Haudh

Facebook

Youtube

 
//